Tips Haji : Mencium Hajar Aswad Mencium Hajar Aswad


Jika mengikuti metode yang berlaku umum, untuk mencium hajar aswad harus melalui salah satu sudut ka””””bah yang diberi nama rukun Yamani. Jalur ini sudah dapat dipastikan sangat padat, dan jika kita tidak memiliki tenaga cukup kuat sangat tidak disarankan karena akan berakibat kecelakaan.

Ada beberapa metode yang pantas untuk diikuti yaitu:

  • Metode yang biasa digunakan para calo untuk mengantar mencium hajar aswad. Jamaah cukup memulai dari Multazam dengan merapat ke area Ka””””bah dan terus berpegangan pada pinggiran marmer, tempat seorang tentara bertengger saat menjaga Hajar Aswad. Ketika jamaah lain yang antre dari Rukun Yamani sedang bergantian ke depan Hajar Aswad, jamaah dari Multazam masuk ke Hajar Aswad. Dengan cara itulah, jamaah bisa mencium Hajar Aswad dengan mudah. Sudah banyak pengalaman yang membuktikan ””””keampuhan”””” metode Multazam tersebut. Seorang kawan yang pernah pergi haji bahkan menceritakan, dengan metode itu, dirinya berhasil mencium Hajar Aswad tiga kali dalam satu hari.
  • Mengambil waktu yang tidak terlalu padat, biasanya pada tengah malam (pk 01.00)
Usahakan jangan sedang dalam kondisi mengenakan pakaian ikram, karena ada kemungkinan pakaian akan terlepas dari badan

Jutaan Umat Islam Berkumpul di Masjidil Haram Mencari Lailatul Qadar


MAKKAH / MADINAH–Lebih dari tiga juta umat Islam berkumpul dan berdoa di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi di Madinah pada hari Ahad, malam 27 Ramadhan, mencari dan menantikan berkah Lailatul Qadar.
Masjidil Haram di Makkah dipadati ratusan ribu umat Islam, sebagian besar datang untuk melaksanakan ibadah umrah, mengikuti sholat Taraweh dan sholat Qiyamullail. Mereka juga melantunkan doa-doa khusus untuk menanti dan mencari datangnya Lailatul Qadar, yang nilainya lebih dari 1.000 bulan.
Nabi Muhammad saw bersabda : “Barangsiapa melakukan sholat dan berdoa dengan sepenuh hati pada malam kemuliaan “lailatul qadar” maka akan mendapatkan imbalan pahala dari Allah swt, dan diampuni dosa-dosa nya dimasa lau”
Pemerintah Arab Saudi telah melakukan segala persiapan untuk mengantisipasi meludaknya jamaah baik dari dalam maupun luar negeri. Penjagaan dan pengamanan dua Masjid Suci di Makkash telah dilakukan untuk memberi layanan kepada para tamu Allah.
Sekitar 4.500 polisi dikerahkan untuk menjaga ketertiban di kota itu. Sekitar 10.000 pekerja telah dikerahkan untuk menjaga kebersihan, dan kesucian masjid dan sekitarnya.
Sekitar 20.000 mesin pendingin air telah dipasang di berbagai sudut masjid untuk pasokan air minum para jamaah. Lalu lintas di Makkah berjalan lancar dan tidak ada laporan kecelakaan besar. Petugas keamanan khusus telah dikerahkan untuk menangkap para pencopet dan penjahat lainnya. Departemen Pertahanan Sipil bersiaga terus menerus, seperti unit pemadam kebakaran dan penyelamatan.
Semua kamar hotel dan apartemen di Makkah telah penuh terisi. Penjualan kasur kecil (matras) naik, mereka membeli untuk alas bagi yang tidak dapat masuk area Masjid. Karena tingginya permintaan, harga matras naik dari harga biasanya SR10 menjadi SR25.
Saudi Public Transport telah dioperasikan, untuk mengangkut jamaah dari tempat pusat parkir di daerah sekitar Makkah ke masjidil Haram dan sebaliknya. Alat transportasi itu menunai banyak keuntungan apalagi tarif juga naik menjadi SR90 untuk sekali pengantaran ke Masjidil Haram ke tempat parkir.
Pejabat Kota juga memeriksa rumah makanan cepat saji di sekitar Masjidil Haram untuk memastikan makanan mereka memenuhi persyaratan kebersihan.
Di Masjid Nabawi, sejumlah besar umat Islam mengikuti Sholat Taraweh dan Qiyamullail. Masjid penuh sesak jamaah, sekitar 10.000 jamaah mengikuti etikaf di masjid yang berlokasi di Madinah ini. Sumber: Arabnews.

Tips Haji : Buah Manis Perkuat Daya Tahan Tubuh


MADINAH–Selama di Madinah dengan kondisi cuaca dan suhu yang dingin, jemaah Indonesia rawan penyakit inveksi saluran pernapasan atas (ISPA) berupa batuk-pilek dan flu ringan. ISPA ini bisa berbahaya apabila menyebabkan sesak napas, pnemonia dan inspeksi saluran pernapasan bagian bawah.

Oleh karena itu, jemaah diminta untuk memperkuat daya tahan tubuh dengan makan, minum dan istirahat yang cukup. Di samping itu, jemaah juga diminta banyak mengonsumsi buah-buahan dengan rasa manis, dan bukan yang asam seperti jeruk. Karena dengan perubahan cuaca dan suhu, keasaman dapat menyebabkan diare.

Namun sayangnya, menurut dr. Agus Setiawan, petugas kesehatan dari kloter 56 SOC Solo, buah yang disajikan oleh katering selama di Madinah lebih sering berupa jeruk dengan rata-rata jeruk yang rasanya asam. Hal ini akan membuat jemaah bisa mengalami diare. Oleh karena itu, dirinya meminta agar buah jeruk yang disajikan diganti dengan buah lain seperti apel atau pisang, agar jemaah bisa terhindar dari diare dan rata-rata buah di Arab Saudi rasanhya asam.

Menanggapi keluhan mengenai rasa buah jeruk yang asam ini, Kepala Daerah Kerja Madinah Cepi Supriatna menandaskan tidak menjadi masalah apabila harus menggganti buah jeruk dengan buah lain apabila buah jeruk memang membuat mudarat. Mengenai penggantian ini pihaknnya akan bekerja sama dengan katering untuk mengakomodir kepentingan jemaah.

Tips sehat calon jamaah haji


Menjaga kesehatan merupakan hal utama bagi calon jemaah haji, apalagi jika calhaj datang dari negara yang berbeda suhu udaranya, dan setelah menempuh penerbangan panjang.

Mariam A. Alireza dalam tulisannya berjudul “Kit Pertolongan Pertama Anda saat Berhaji” seperti yang dikutip Arab News, memberikan tip-tip kesehatan bagi calon jemaah haji.

Ritual haji yang juga sering disebut sebagai ibadah fisik yang cukup melelahkan, calhaj harus menyiapkan diri memperkuat daya tahan tubuh dan energi dengan meningkatkan imunitas tubuh dari serangan patogen dan virus.

Makanan dan Minuman yang disarankan

  • Sebelum meninggalkan tanah air, calhaj hendaknya memperhatikan asupan nutrisi dengan lebih banyak mengkonsumsi buah-buahan dan sayuran.
  • Menjaga agar menu seimbang antara asupan protein (ikan, ayam) dan karbohidrat (nasi atau roti gandum), sayuran (hijau-hijauan seperti bayam, buncis, brokoli dan buah-buahan segar).
  • Buah dan sayur akan memasok tubuh dengan anti oksidan dan bioflafonoid, sedangkan khusus jeruk (lemon) akan menjaga tubuh dari infeksi dan memberikan perlindungan terhadap kuman-kuman penyakit.
  • Rempah-rempah seperti jahe, kayu manis, pala, dan lada bisa meningkatkan sistem imunitas tubuh terhadap penyakit.
  • Sebagai camilan, jemaah disarankan memakan buah segar ataupun yang dikeringkan.
  • Air dan cairan sangat penting bagi sistem tubuh, sehingga jemaah dianjurkan minum air yang sudah disterilkan, bukan air dalam kemasan, apalagi yang terkena sengatan mata hari, karena kemasan plastiknya dapat mengkontaminasi air.
  • Teh herbal yang dibubuhi cengkeh, mint, rosemary, sereh, jahe, kamomila, bisa menawar racun (dextofy) dan menghindari infeksi.
  • Racikan teh dengan madu, menurut seorang dokter Palestina bernama Hani Yunus juga berkhasiat meningkatkan kekebalan tubuh dari infeksi flu babi (H1N1) dan influensa.
  • Sup berbumbu bawang putih, bawang merah atau bubuk cayenne (semacam ketumbar atau lada) juga bisa meningkatkan kekebalan tubuh, sedangkan yoghurt dibubuhi sedikit garam dapat mempertahankan zat air dalam tubuh.
  • Daun basilica dan bunga star anis juga dianjurkan dalam pengobatan China untuk melawan virus H1N1 dan virus penyakit lainnya. Star Anis lebih manjur jika dikonsumsi dengan air hangat saat perut dalam keadaan kosong, sementara 20 lembar daun basilica diteguk dengan air hangat pada pagi hari juga dapat mencegah virus H1N1 atau paling tidak meminimalisir gejalanya.
  • Calhaj juga dianjurkan mengkonsumsi multi vitamin, vitamin C dosis tinggi dengan bioflavonoid serta suplemen mineral (berisi zat besi (zinc) dan selenium, sementara pasokan N-acetylcysteine dosis di atas 1.000 mg per hari dan L-Lysine 500 mg saat perut kosong juga bisa menekan gejala H1N1.
  • Ektrak jamur maitake, shiitake reishi juga bisa dikonsumsi untuk mendukung sistem kekebalan tubuh melawan infeksi virus.

Makanan dan Minuman yang Dihidari

  • Hindari makan goreng-gorengan, makanan yang menggunakan zat pewarna dan pengawet yang bisa melemahkan sistem imunitas tubuh.
  • Pemanis buatan seperti aspartam bisa merusak jaringan syaraf (neurotoxin) dan berbahaya terhadap jaringan otak dan tubuh, apalagi jika dipanaskan di atas suhu 30 derajat Celcius.
  • Minuman Soda dengan pemanis juga harus dihindari karena dapat melemahkan kemampuan tubuh terhadap infeksi bakteri dan virus.

Bagi calhaj yang mengidap hypertensi hindari mengkonsumsi garam secara berlebihan.

Menghangatkan tubuh di pagi hari beberapa menit juga diperlukan untuk memberi kesempatan pada kulit mensintesiskan vitamin D – nutrisi yang akan menyuburkan sel-sel tubuh dan membangun kekebalan tubuh. Namun berjemur di panas matahari terlalu lama dapat mengakibatkan terbakarnya kulit (sanburn) atau stroke (heatstroke), sebaliknya sinar matahari dapat membunuh kuman dan virus di udara dan menaikkan suhu badan sehingga mampu membunuh patogen.

Jemaah disarankan dapat menjaga stamina tubuh saat mengikuti prosesi puncak haji yakni menjelang Wukuf di Padang Arafah (mulai 26 November atau 9 Zulhijah) dilanjutkan ke Muzdalifah untuk mabit, dan kemudian melontar jumrah di Mina selama tiga hari berturut-turut setelah Idhul Adha 1430H (pada 27 November atau 10 Zulhijah).

Saat Armina, Jamaah Tak Perlu Banyak Bawa Barang


MAKKAH–Selain persiapan fisik dan mental, para jamaah calon haji juga perlu dibekali pengetahuan jelang pelaksanaan wukuf di arafah, mabit di Muzdalifah, dan Mina (Armina). Salah satunya adalah pembekalan yang tidak perlu berlebihan.

“Memang banyak jamaah yang tidak paham kemudian membawa koper. Seharusnya secukupnya saja,” kata Kasatgas Mina, Subakin Abdul Muthalib saat ditemui wartawan di Wisma Haji Rusayfah, Makkah, Jumat (12/11/2010).

Sebab, jika para jamaah membawa barang-barang secara berlebih dikhawatirkan akan merepotkan si jamaah itu sendiri. Karena, membawa badan saja sudah letih, ditambah lagi dengan membawa koper atau tas besar.

“Maka saran saya bawa barang secukupnya,” kata Subakin lugas.

Selain disarankan membawa barang secukupnya, para jamaah juga diharuskan untuk meninggalkan barang-barang berharga di pemondokan dan disimpan di tempat yang aman. Sebab, di lokasi tenda Armina bisa jadi kurang aman bagi para jamaah untuk membawa barang berharga seperti perhiasan dan uang.

Jarak antara Kantor Misi Haji Indonesia di Mina dengan jamarat sekira 2 kilometer. Sementara jarak tenda jamaah terjauh di Mina Jadid menuju jamarat sekira 7 kilometer. Mina Jadid merupakan pengembangan dari Mina yang karena faktor alam tidak bisa menampung semua jamaah. Di Mina Jadid ada 10 maktab Indonesia.

Diperkirakan fisik para jamaah akan terkuras saat berjalan kaki dari arah Mina menuju jamarat untuk melakukan lontar jumroh aqobah, wustha dan ula. Jarak dari tenda jamaah terjauh mencapai tujuh kilometer yakni di Mina Jadid. Sedangkan terdekat dilakukan dengan jalan kaki sejauh dua kilometer.

Selain membawa barang yang tidak terlalu banyak, para jamaah juga diharapkan tidak merokok saat melaksanakan proses ritual haji. Sebab, banyak papan pengumuman di Armina yang meminta kepada jamaah tidak merokok. “Memang itu imabuan dari pemerintah Saudi. Saya harapkan jamaah juga mematuhinya,” papar Subakin. mch/Riyanto

Home / Tips Haji / Tips Saat Wukuf Agar Tetap Bugar Tips Saat Wukuf Agar Tetap Bugar


Wukuf di padang Arafah artinya berhenti atau berdiam diri, adalah salah satu rukun haji, jika dalam rangkaian haji seseorang tidak melakukan wukuf maka hajinya tidak sah.

Wukuf dilakukan pada tanggal 9 Dzulhijjah, dari Dzuhur sampai matahari terbenam, momen yang paling ijabah ini biasanya digunakan jamaah untuk berdoa, zikir, dan membaca Alquran.

Karena semua jamaah haji berada di padang arafah, maka tidaklah mudah kita datang dan pergi sesuai waktu yang dianjurkan. Biasanya jamaah sudah datang lebih awal bahkan tidak sedikit yang sudah datang sehari sebelumnya.

Di Arafah jamaah menginap dan berlindung dari sengatan matahari di tenda-tenda, perubahan cuaca antara siang dan malam yang ekstrem kadang membuat tubuh rentan terhadap berbagai gangguan penyakit. Apalagi usai wukuf jamaah harus menempuh perjalanan darat menuju Musdalifah dan ke Mina untuk melempar jumroh. Tidak sedikit jamaah yang menempuh jalan kaki daripada menunggu bus pengangkut yang sering macet sampai berjam-jam. Ibadah fisik ini memerlukan stamina tubuh yang prima.

Di Arafah segala fasilias umum seperti MCK sangat terbatas, air menjadi barang langka.

Agar tubuh tetap bugar dan dapat beribadah dengan khusuk, inilah tips selama berada di Arafah:

  • Jaga stamina dengan makanan bergizi, banyak makan buah, banyak minum, dan jangan makan dan minum yang Anda belum pernah mengenalnya, ini untuk menjaga agar tidak sakit perut.
  • Istirahat cukup
  • Membawa masker basah untuk menjaga kelembaban mulut dan tenggorokan.
  • Membawa gayung kecil, karena banyak MCK yang gayungnya raib entah kemana.
  • Membawa pakaian ihram lebih dari satu
  • Membawa kipas, payung, senter, tikar kecil, botol untuk persediaan air minum, serta makanan ringan.
  • Membawa obat-obatan ringan yang biasa dikonsumsi jika terjadi gangguan kesehatan.

Tips Melempar Jumroh


Setelah wukuf di Arafah jemaah haji akan melempar jumroh di Mina dan mereka akan berada di Mina selama tiga hari di sini.

Saat ini tempat melempar jumroh dibuat lima lantai yang dapat menampung 300 ribu jamaah. Ada hal yang menarik dari renovasi tempat jumrah, jika anggota jamaah datang dari salah satu pintu, maka mereka tidak mungkin bertemu dengan anggota jamaah yang datang dari pintu lain.

Mereka yang datang dari arah Mina (barat) akan masuk melalui lantai pertama, sementara jemaah dari Mina (selatan) berada di lantai dua.

Lantai tiga diperuntukkan bagi jemaah yang datang dari Mina pusat (Jl. Raja Fahd dan lereng bukit Mina), sedangkan lantai keempat untuk jamaah yang datang dari arah Jl. Raja Abdulaziz.

Rangkaian kamera pengawas memonitor setiap sudut ruangan dan dihubungkan ke pos kendali keamanan untuk mengantisipasi layanan darurat jika terjadi kecelakaan.

Ada tiga tempat ritual pelemparan yaitu jumroh Aqobah, Ula, dan Wustha, dan berikut tips-tips melempar jumrah.

1. Para jemaah mengumpulkan batu-batuan tersebut di hamparan tanah Muzdalifah.
2. Janganlah terburu – buru ketika ingin melempar batu jumrah, bersabarlah.
3. Kenakanlah sepatu ketika melempar jumroh.
4. Jika anda tidak mampu melempar maka terdapat jasa pelayanan yang akan menggantikannya.
5. Setelah selesai para jemaah bisa melakukan tahalul.